Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sastra

Al Buruj

Bismillahirrahmanirrahim Ainul Yaqin Mata telah pandang Pemeri ilahi Tanpa bingkai Hampar kartika sari Ainul Yaqin Hati telah iman Nyanyi serunai Alam sunyi Dalam kabut suci Lalu siapa pandang dan iman Pada arang warna lipan kala petang di hutan? Maka Tuhan Lebih saksi dari yang disaksikan Allahul Kalam Tulah-Nya demi bintang yang bergugusan Ranah-Nya demi hari yang dijanjikan Rapah-Nya demi saksi dan yang disaksikan Ya Askhabul ukhdud Parit mu'minin digali Selagi Maka Palung neraka Abadi Api mu'minin dinyala Taktala Maka bara neraka Selamanya Ya Askhabul Ukhdud Pesuruh dzun nuwas Bermain dengan kutuk Duduk dengan amarah Berjajar zabaniyah Oleh: Muhammad Faizal Tamam Editor: Shofiyah Qothrunnada

Perjalanan Hidup

Dalam perjalanan ini Roda kehidupan terus berputar Memenuhi jalan-jalan yang pernah kita lalui Ujian dan cobaan terus berdatangan Batu, kerikil, bahkan kulit pisang Terus berada dalam garda terdepan Menyambut roda kehidupan Tak hanya sampai situ Badai, hujan dan terik matahari Sudah menjadi bagian hidup kita Peluh yang terus bercucuran membasuh tubuh kita Suka duka terus menghias dalam diri kita Perjalanan kita itu masih Panjang Lika liku jalan kita Kita tempuh tanpa rasa takut Tikungan tajam kita pun terjatuh Bangkit, jatuh , bangkit ,jatuh Terus berulang kali Penuh luka dan lebam , namun tetap berlanjut Kata kata tajam menusuk hati Kena mental pun jadi Hujat- hujatan terus bercucuran Membuat kita yakin dan percaya Bahwa kalua kitab isa Melalui roda kehidupan kita Oleh:  Maulidha Wardhani Editor: Ahmad Nuril Muchsinin

Untuk Ibu dan Ayah

Ibu ayah Dari kampung yang sunyi, aku berangkat Meninggalkan tanah Adonara timur flores NTT yang penuh kenangan Ibu, Ayah Dari jauh aku melangkah Menapaki jalan yang penuh rintangan Namun setiap langkahku Aku rasakan doa kalian yang menemaniku Di balik tumpukan buku dan tugas Aku ingat setiap peluh yang kalian tuangkan. Saat kita berjalan di jalan tanah, Kalian ajarkan arti perjuangan yang sejati Ibu, ayah Di setiap detik, aku membawa cintamu Kampung yang kalian cintai, dan aku Anakmu yang selalu berusaha, Untuk mencapai bintang, demi impian kita Ibu, Ayah Aku akan terus berjuang Untuk membanggakan kalian Untuk suatu hari nanti, Kembali pulang dengan gelar, dan senyuman Terima kasih Untuk setiap doa, untuk setiap pengorbanan Aku membawa kalian dalam setiap langkahku Dan berharap, suatu hari nanti Aku bisa memberi kalian kebahagiaan yang tak terhingga Oleh: Sufardi Saputra Batan Editor: Shofiyah Qothrunnada

Iqra'

Kepak sayap lelelawar menghantarkan selendang syafaq sembunyi dibalik auman ombak fajar Namun, kursi tak hayat itu menanti pukul empat berganti kusuma   Bersama tiang-tiang kokoh yang mengawasi tindak langkah tiyang alit Bersama talang-talang kukuh yang menghantar air merayap berpulang Anak anak surau berlari dengan dahulu merumahkan biri Mengaji dengan dahulu menjampikan puji Pulang ke bait, yang tak akan mengajar pelit Lalu Pingkan beredar menyalakan pemantik selepas sembahyang. Terusirlah kegelapan bersama roh jahat yang menaruh dendam anak adam   Ia berkata "Gusti" Mereka berkata "inggih" Ia berkata "setan" Mereka berkata "mboten" Ia berkata "welas" Mereka berkata "amin" Ia berkata "mlarat" Mereka berkata "ampun ngantos"   Dia tidak tahu Adapun pingkan itu Hari-berhari sisakan kelam Bulan-berbulan siangkan malam Tahun-bertahun elokkan salam Dan rupa yang benderang dua alam     Oleh: Faizal Tama...

Dimensi

Kupejamkan mata Menerawang jauh Meraba kembali masa lalu Saat ku masih bersamanya Sayup-sayup terdengar berbisik Hei, inikah diriku? Tatapan herannya Buatku sungkan Ya, panglingkah dirimu? Anggukan tegasnya Buatku kecewa Apa yang terjadi? Dimana diriku yang kukenal? Aku menunduk lesu Maaf, dirimu yang kau kenal Kini telah tiada Tinggallah dirimu yang ini Yang kau lihat sekarang Oleh: Zam Zama Editor: Ahmad Nuril Muchsinin

Bagi Guruku

Wahai guru...  Maafkanlah aku  Inilah secarik kertas lusuh  Yang kupersembahkan  Hanya kepadamu Engkau penenang hati ku  Ketika mataku melihat senyum tulusmu Ketika kepalaku, hanya bisa menunduk hormat kepadamu Ketika tubuhku, membungkuk demi memuliakanmu Oh tidak... Sepercik air mata menetes  Keluar dari kelopak mataku  Aku kini jauh darimu Jauh dari setiap perkataanmu  Jauh dari asal aku dulu ditempa Jauh dari suasana rumahmu yang syahdu  Jauh dari keheningan ketika malam tiba  Jauh dari keramaian ketika siang jatuh Oh.. Guru...  Inilah aku  Aku tidak tahu apakah aku pantas menjadi muridmu  Apakah engkau mengakui ku Ataukah engkau akan melupakanku  Namun, aku ingat perkataanmu Jika engkau akan tetap mendoakanku Meskipun aku sudah jauh darimu Engkau mengatakan kepadaku Tolong lindungilah dan jadikan santri ku  Menjadi santri yang taat kepada-Mu  Jadikanlah mereka ahli ilmu Yang menguasai tafsir dan bayan da...

SEKUNTUM WANGI DALAM SUNYI

Bermula pada setiap yang tak terjangkau Kau lahir memekak tangis dari masa lampau Kisah paling sunyi yang tak tergamit Bergentayang dalam ingatan umpama dedemit Barang kali tak lagi mampu kusua Wajah kirana perangkum candra Meski waktu tak henti mengirim harum Melalui kenanga, ia bentuk rindu paling ranum Kadangkala kutemui kau sedang memekar Merekah elok dari kuncup kembang mawar Aku mengindra kau yang telah moksa Sungguh indah meski ayal semata Mampu kau kusapa melalui hampa Pada malam panjang zikir penuh nestapa Sebab tak ingin aku berjumpa lelap Kulangitkan doa sebagai obat mujarap Kini sendiri kutempuh suwung Tubuh rapuh sebagai perahu untuk melarung Dalam semesta yang teramat sepi Aku sekuntum wangi dalam sunyi Oleh: Hamba Allah Editor: Shofiyah Qothrunnada

Tafsir Opini?

Gambar
  Pemahaman seorang dalam sebuah permasalahan sering kali menjadi patokan bahwasanya orang itu paham betul tentang sebuah hal. Bahkan bisa jadi itu hanya sebuah opini dan tanpa mengetahui dasar-dasarnya. Sebuah pertanyaan muncul dalam kalangan terpelajar, Apakah Al-Qur’an bebas untuk ditafsiri? Dan bolehkan setiap orang menafsirkan Al-Qur’an? Belakangan ini banyak yang mengaku mereka ahli dalam Al-Qur’an, ahli Tafsir, dan dengan percaya diri membawa ayat-ayat Al-Qur’an dalam mimbar dakwah dan kepentingan politik hanya dengan modal Al-Qur’an terjemah. Bahkan terkadang apa yang disampaikan melenceng dari apa yang dikehendaki dalam Al-Qur’an. Menjadi seorang mufasir tidak lah begitu mudah, banyak syarat yang harus dipenuhi dalam menafsirkan Al-Qur’an. Jika syarat yang telah disepakati para ulama dalam bidang tafsir tersebut tidak terpenuhi maka dianggap sah dan jangan PD dalam menafsirkan Al-Qur’an. من قال القرأن بغير علم فليتبؤمقعده من النار “Barangsiapa yang berbicara mengenai Al-Qu...

Lika - Liku Kehidupan Bersama Al Qur'an

Gambar
Oleh : Amam Maisur Sindhi Zahro   Tak pernah terfikirkan sebelumnya Bersahabat dekat dengan kalam-Nya Mengeja dan menghafal setiap lafadznya Mengamalkan setiap makna ayatnya   Pahit manis kehidupan mulai kucicipi Jiwa, raga, bahkan hati ikut serta diuji Belajar ikhlas melepas segala perkara duniawi Menyetir hati untuk tetap lurus pada Sang Ilahi Robbi Kutundukkan raga tuk bermunajat pada Sang Kuasa Kulafadzkan istighfar tuk memohon ampun atas segudang dosa Terobati temaram hati lantaran kalam-Nya Hamdalah terucap karena kesejukan kian menerpa kesunyian raga   Ketika yang lain terlelap, aku harus tetap bersigap Ketika yang lain sibuk dengan gadget, aku harus tetap greget Ketika yang lain istirahat, aku harus tetap bergiat Karena kusadar.. Istirahatnya seorang penghafal Al Qur'an bukan ketika telah khatam menghafalkan Melainkan ketika jasad telah dikuburkan    

Lampauan Kalam

Gambar
Oleh : Maila Kholisotul Amalia Qulillāhu khāliqu kulli syai` Adam telah menemukan Hawanya pada Jabal Rahmah Air bah Nuh telah surut, pertiwi hidup selangkah peradaban Telah nyata hāżā ta`wīlu ru`yāya sesabda Yusuf Telah sempurna arba’ina lailah Sang Kalamullah Benar terbelah benar laut merah Benar tenggelam benar Fir’aun wa malaaih Telah lahir al-Masih dari Sang Suci Wanita Maryam Telah mengalir zamzam melebih pada dahaga umat Telah tertulis lagi, pada Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, mengeliru pada Injil Sang Isa Telah selesai. Telah selesai. Pungkas babak Anbiyaaullah alaihimussalam Nur itu menyinari hingga Syam, lumpuhkan keagungan pilar Kisra Baginda Mustafa, Yatim Pemberi Syafaat Semenjak purnama mulai terkikis masa A’dhamul mu’jizat merengkuh Baginda Alam Semesta Baca!  Bacalah!  Bacalah!  Duhai Cendekia Ummy, bukan seorang pengeja Wahai Jibril Bacalah! Dan Tuhanmu lah Yang Maha Pemurah Meniru tuk kemudian terpalu-paku  Jerih-payah-gemetar bersama alam Ohh, Wa...

SEBONGKAH DAGING MODERN

Gambar
  Oleh: Hadziq A'la Darajad Mengapa secuil makanan lebih mahal Daripada sepenggal tulisan Mengapa bisnis lebih penting Daripada kepedulian Dan mengapa ketika masuk ke-jalan yang pasti  Hanya kertas merah yang mempan  Sebenarnya apa yang penting didunia ini Orang awam bilang kiamat masih jauh Namun penggiat sains kontra dengannya sangat kukuh Orang awam bilang dajjal masih belum datang Namun ulama berkata tanda-tanda nya sangatlah terpampang Kitab dari suatu agama yang masih berumur 1400 tahun berkata “Sesungguhnya manusia adalah milik sang pencipta dan hanya kepada sang pencipta ia kembali” Memang pada prinsipnya hanya yang menciptakan yang bisa membongkar dan hanya yang menciptakan yang memilikinya.  Apakah memang sudah waktunya  Hei makhluk berakal Sesunguhnya saat ini adalah persiapan menuju pembongkaran Namun mengapa engkau malah sibuk memperbaiki daging yang akan dibongkar, tetapi isinya kau biarkan  Diriku ini           Apa...

Tengah Terpinggirkan

Oleh: Panda Joget Tangis bercampur peluh Darah tak berharga, jatuh mengucur Kerongkong kering, semangat patah. Teriak serak di depan singgasana nan megah Mata mengiba, merajuk, sesenggukan. PENGUASA! BUAT APA KAMI ADA? jatuh, diinjak dan dipukuli Membayar, kerja, kelaparan Sementara, Birokrat berfoya-foya Berkebijakan demi kepentinganya Politik tak tau etika Manfaatkan kekuasaan yang ada Rapat diam, argumen tak masuk akal Sebagian tertidur, membokep, teriak tak jelas Mengebiri kemaluannya sendiri Demi harta, tahta, wanita Harga diri dibuang jauh melangit Kini rakyat termarginalisasi Tak berpajak Dibilang penjahat Membayar aspal terbajak Bolong sana, bolong sini, jadi kubangan Maling ayam babak belur Maling pajak jalan berlibur Medsos diawasi Korupsi terumbar sana sini Anak semakin kurus Tanah diambil melawan dibui KPK dikremasi, DPR menari Sumber daya terkeruk Tertinggal lubang memakan korban Adanya d...

Democrazy atau Demokrasi?

Begitu katanya orang petinggi Menggaungkan orasi visi misi Menjunjung demokrasi Yang katanya dapat segalanya mewakili Namun pura-pura tuli Saat demokrasi diujung duri Sebutan crazy- kah yang pantas diberi? Makin mengakhawatirkan tiap hari Demokrasi masa kini Bernafas sesak, hampir diikat mati Ternyata dapat dimanipulasi Demi melambungkan yang tinggi Bergerak dengan sembunyi-sembunyi Untuk kepentingan nafsi-nafsi Lalu, dengan berani dipublikasi Tanpa menimbang kemudian hari Esoknya rakyat merintih Karena wujudnya bukan malah rapih, namun semakin membuat perih Hingga rakyat dengan yakin meniti Mengemis, meneriakan transparansi Demi demokrasi, tanpa takut mati Dengan berharap dapat kembali Lahir demokrasi yang penuh harmoni. Zona Nyaman Kediri, 10 November 2019 " Selamat Hari Pahlawan, semoga demokrasi lekas sembuh kembali. Agar tak sia-sia perjuangan pahlawan yang telah pergi, darah dan keringatnya demi kesejahteraan untuk ibu ...

Celotehan Bisu

Oleh : Istiqomahh Lihatlah.. Negaraku sudah tak lagi aman. Lihatlah para penguasa yg haus akan kekuasaan Mereka memakan bahkan merampas Semua yang seharusnya tak mereka dapatkan Mereka dengan mudah menendang. Mereka dengan mudah memutuskan Bahkan Mereka dengan mudah juga menarik omongan. Bagaimana dengan kabar para rakyat kecil? Haruskah mereka hanya diam? Haruskah mereka hanya berpangku tangan dan hanya melihat penguasa yg mengongong kegirangan. ? Lihatlah.. Negaraku sudah tak lagi aman. Ketika dengan mudah kekuasaan hanya sebagai permainan. Bahkan kekuasaan dimanfaatkan untuk mengekang bahkan penindasan. Apalah guna demokrasi yg selama ini digemborkan Jika mereka tak lagi melaksanakan, bahkan diremehkan. . Wahai para penguasa yg lapar, Kami juga perlu untuk diperhatikan. Ingatlah.. Kami tidak seperti miniatur yg siap untuk Kalian permainkan, Kami Masih punya hak yg harus ditegakkan..