Sekolah Tafsir 2026: Mengenal, Menjaga, & Meneliti Manuskrip

 


Pada hari Kamis, 14 Mei 2026  telah diselenggarakan acara seminar dan pelatihan, acara ini merupakan kolaborasi dari Himpunan Mahasiswa Program Studi lmu Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahamtullah Tulungagung bersama Pusat Studi Qur’an Tafsir Tulungagung, dengan mengangkat tema “Menelusuri Jejak Mushaf: Dari Manuskrip ke Pemahaman". Kegiatan ini diadakan selam tiga hari sebagai upaya untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai kajian manuskrip, khususnya manuskrip teks Al-Qur’an dan tafsir, sekaligus  mengenalkan metode penelitian langsung kepada peserta. Materi utama disampaikan oleh Adrika Fithrotul Aini yang merupakan mahasiswa S3 UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta, sekaligus peneliti senior PSQT. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadits cabang Jawa Timur.

Dalam pemaparanya, Adrika menjelaskan bahwa manuskrip bukan hanya sekedar tulisan lama, tetapi juga menjadi sumber penting untuk memahami sejarah intlektual islam dan dan perkembangan budaya masyarakat pada masa lampau. Ia juga memaparkan ada 4 aspek penting dalam kajian manuskrip yaitu :

  • Tekstualitas penyalinan manuskrip yang meliputi rasm, dabt dan fawassil dan lainya.
  • Sejarah penulisan manuskrip yang dipengaruhi kondisi sosial maupun politik. 
  • Interpretasi isi teks.
  • Hubungan manuskrip dengan budaya lokal di lingkungan manuskrip tersebut berkembang.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada dua pendekatan penting dalam penelitian manuskrip yaitu filologi dan kodikologi. Kajian filologi yaitu menghadirkan teks pada masa lampau untuk dibaca di masa sekarang, tujuanya untuk mengahadirkan ulang teks agar mudah dibaca. Kajian kodikologi yaitu kajian  yang menganalisis manuskrip pada fisiknya seperti, bahan baku atau kertas tempat manuskrip itu ditulis. 

Adrika juga menyampaikan pentingnya mengkaji manuskrip. Disampaikan bahwa manuskrip merupakan warisan sejarah yang perlun dijaga dan dipelajari keberadaannya, manukrip diposisikan sebagai produk sejarah yang berkaitan dengan kondisi sosial, politik, dan perkembanga  transmisi keilmuan pada masanya, selain itu, kajian manuskrip dapat memperkuat pemahamaan mengenai  jaringan ulama dan tradisi penyalinan Al-Qur’an’

Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan peraktik mengenai preservasi dan digitalisasi, yaitu proses perawatan dan pengalihan manuskrip dari bentuk fisik menjadi format digital atau pdf  untuk menjaga keaslian dan pelestarian. Praktik tersebut dipandu oleh perwakilan PSQT, yaitu Ahmad Sholikin. sebagai mentor praktik digitalisasi, juga praktik observasi manuskrip secara langsung.

Pada hari kedua kegiatan dilanjutkan dengan melakukan praktek desain riset manuskrip. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan didampingi oleh tiga peneliti naskah kuno, yaitu Ahmad Sholikin, Nadhiyah Zahra Hilmaya, dan Rosyida Amalia sebagai mentor. Untuk melakukan analisis awal terhadap manuskrip yang telah disediakan, kemudian setiap peserta mempresentasikan hasil riset manuskripnya di hari ke tiga.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapatkan respon positif dari pesrta. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan selama acara, diskusi, tanya jawab, maupun praktik penelitian. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan minat mahasiswa terhadap kajian manuskrip serta mendorong untuk melakukan pelestarian warisan keilmuan islam di Nusantara.


penulis: Iqbal & Nuha

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HERMENEUTIKA (Sejarah, Aliran- Aliran, dan Tokoh-tokoh Hermeneutika)

Sapa Maba Prodi IAT: Selamat Datang Mahasiswa Baru!!!, Keluarga Baru!!!

Tafsir di Era AI: Menakar batas kreatifitas Manusia dan Otoritas Wahyu