Ta'aruf of Mufassirin: Menjalin Silaturahmi dan Membentuk Karakter Qur'ani
Merajut ukhuwah islamiyah, wajah-wajah baru dari berbagai daerah berkumpul menjadi satu. Di bawah langit yang sama dikelilingi angin sejuk pegunungan wilis, puluhan mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir menjalani kegiatan Taa'ruf of Mufassirin dengan semangat api yang menggebu-gebu. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan mempersiapkan mahasiswa baru Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) UIN SATU agar menjadi individu yang unggul, berbudaya akademis, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran ukhuwah islamiyah. Acara orientasi tersebut dijalani dalam waktu dua hari satu malam dengan api yang belum padam dan pulang membawa tujuan yang lebih matang.
Acara
Ta’aruf of Mufassirin kali ini berlangsung pada 13 September 2025 di Argo Wilis
Tulungagung, dihadiri oleh 10 kelompok dengan total 68 peserta disertai satu pendamping
pada setiap kelompoknya dan segenap panita yang bertanggung jawab atas
berjalanya acara. Dimulai dengan pemberangkatan dari warung kopi Lawe 3 pukul
08.00 dan diakhiri dengan penutupan serta sesi foto bersama pada hari
berikutnya pukul 12.00. Serangkaian agenda inti, seperti materi, pentas seni,
dan outbond berjalan dinamis dan penuh interaksi positif dari para peserta.
Perjalanan
dari warung kopi Lawe 3 ke Argo Wilis kurang lebih ditempuh selama 1 jam dengan
kendaraan truk. Sesampainya di Argo Wilis peserta diarahkan untuk menata barang
bawaanya dan melakukan persiapan untuk pembukaan acara dan penyampaian materi.
Pembukaan dimulai setelah peserta sampai di aula tempat acara pukul 10.00 yang
terdiri dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu indonesia raya dan
mars UIN SATU, Sambutan oleh ketua pelaksana,
Sambutan ketua umum Himpunan Mahasiswa Progam Studi (HMPS) IAT dan do’a.
Sebelum
berlanjut ke sesi penyampaian materi, diadakan kontrak forum untuk
mengkondisikan peserta dalam mengikuti jalanya penyampaian materi. Materi
pertama tentang IAT disampaikan oleh Robitoh Widi Astuti selaku dosen yang
mengampu mata kuliah di prodi IAT. Dalam pemaparanya tentang sejarah IAT di UIN SATU,
profil lulusan IAT, dan motivasi, Robitoh banyak menekankan kepada audiens untuk
belajar menerima takdir yang Allah rencanakan karena dengan mencintai takdir,
perjalanan yang sebelumnya meragukan dapat dijalani dengan penuh semangat.
Motivasi ini dilakukan untuk memupuk semangat dan mengukuhkan tekad mahasiswa
baru agar sampai pada wisuda tepat waktu dan bukan diwaktu yang tepat dalam
artian wisuda dalam 7 atau 8 semester.
Dilakukan
dengan jeda Istirahat satu jam materi ke dua berlangsung pukul 13.00. Materi
kali ini disampaikan oleh Zaki selaku ketua umum HMPS IAT tahun 2022 tentang
organisasi. Kajian yang dituturkan meliputi arti dari organisasi dan tujuanya,
organisasi intra kampus yang terdiri dari legislativ dan eksekutif, dan extra
kampus.
Selepas
penyampaian materi ke dua, Forum Group Discussion dilaksanakan untuk mengulas
kedua materi yang telah disampaikan sebelumnya. FGD berjalan dengan peta konsep
yang dibuat pada setiap kelompok dan dipresentasikan ke depan dihadapan segenap
peserta FGD. Presentasi dilakukan oleh tiga kelompok yang bersedia mengajukan
diri untuk memaparkan materi yang telah dibuat. Situasi FGD berjalan dengan
baik karena timbal balik audiens yang aktif.
Setelah sesi pembukaan, materi, dan FGD pukul 15.00, kegiatan berlangsung santai dan bebas. Waktu ini digunakan peserta untuk istirahat, sholat, makan, jalan-jalan di sekitar area Argo Wilis dan sebagian besar waktu dihabiskan untuk mempersiapkan pentas seni pada pukul 20.00.

Tiba pada akhir acara di hari pertama, yaitu pentas seni yang diselenggarakan pada area terbuka di halaman depan Argo Wilis. Pentas Seni dilaksanakan dengan setting tempat menggunakan api unggun sebagai cahaya penerangan utama, karpet yang memutari api unggun, serta panggung utama untuk pentas seni dengan lampu sorot dan perlengkapan sound system. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan yang berisi penyalaan api unggun oleh ketua pelaksana disertai harapan dan doa, dilanjut dengan menyanyikan lagu buruh tani disertai flash gadget setelah api menyala lalu memasuki acara inti, yakni pentas seni. Pentas seni dilaksanakan oleh 5 kelompok yang terdiri atas penggabungan dari 10 kelompok dengan waktu tampil maksimal 10 menit setiap kelompok. Penampilan yang ditampilkan berupa drama, flashmob, puisi dan banjari. Setiap kelompok mempersiapkan penampilanya dengan baik, berupa konsep, musik, dan properti. Seluruh kegiatan berakhir pukul 22.00 dan berlanjut di hari berikutnya.

Semangat
api yang belum padam melanjutkan agenda demi agenda yang ada dalam hari
terakhir para peserta Ta'aruf of Mufassirin di Argo Wilis. Dimulai dari senam
pagi pukul 06.30 sampai pukul 08.00 dijeda istirahat dan outbound pukul 09.00.
Pelaksanaan outbound berupa lomba-lomba ala 17 agustusan, seperti estafet balon
air, corong air, kelereng, biskuit muka dan memasukan bola ke dalam air
menambah antusias peserta untuk berkompetisi. Lomba dilaksanakan oleh 10
kelompok yang tiap kelompok membagi anggotanya untuk mewakili lomba yang ada.
Setiap cabang yang dilombakan hanya menyediakan hadiah untuk satu pemenang.
Meski lomba ini bersifat kompetisi karena ada hadiahnya para peserta
menjalaninya seolah-olah bermain untuk bergembira.
Menjalani kegiatan terakhir yaitu penutupan acara pada pukul 12.00 sekaligus pembagian hadiah untuk pentas seni dan pemenang lomba outbound. Sesi penutupan diakhiri dengan foto bersama. Harapan diadakannya acara Ta'aruf of Mufassirin selain untuk mengenalkan budaya perkuliahan, yaitu untuk menjalin silaturahmi antara mahasiswa baru dan mahasiswa semester tiga ke atas. Diharapkan, ikatan ini akan menjadi jembatan bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan akademik, memperoleh bimbingan dari senior, dan membangun jaringan yang kuat selama masa studi.
Komentar